Profil
Tuna Therapy (Trans Urethal Needle Ablation) Pengobatan Pembesaran Prostat Jinak Tanpa Pembedahan
Tuna Therapy (Trans Urethal Needle Ablation) Pengobatan Pembesaran Prostat Jinak Tanpa Pembedahan

Tuna Therapy (Trans Urethal Needle Ablation) Pengobatan Pembesaran Prostat Jinak Tanpa Pembedahan

 

Tuna Therapy merupakan salah satu metode pengobatan prostat jinak yang terbilang aman dan tanpa operasi . Metode ini dilakukan melalui saluran kencing dengan menggunakan peralatan Tuna yang akan memancarkan gelombang radio frekuensi tinggi langsung ke prostat. Energi dari gelombang ini akan mengablasi atau memanaskan bagian prostat yang membesar sehingga saluran kencing terbuka kembali.

Pengobatan pembesaran prostat jinak dengan Tuna Therapy bisa dilakukan dengan bius lokal pada saluran kencing pasien. Proses pengobatan dengan Tuna Therapy biasanya berlangsung sekitar 15 hingga 30 menit. Karena tanpa operasi maka adakalanya pasien dipersilahkan untuk langsung pulang. Umumnya pasien yang diterapi dengan Tuna butuh istirahat sekitar satu sampai dua hari, namun ada juga yang langsung beraktifitas. Cara pengobatan dengan Tuna Therapy cocok untuk pasien dengan gangguan ringan hingga sedang dan pasien yang ingin lepas dari obat-obatan yang diperuntukkan untuk menyembuhkan penyakit tersebut. Tuna Therapy juga diperuntukkan bagi pasien yang menderita penyakit berat seperti jantung, atau yang takut dioperasi dan pasien yang tidak mau dibius.

Cara pengobatan dengan Tuna Therapy cocok untuk pasien dengan gangguan ringan hingga sedang dan pasien yang ingin lepas dari obat-obatan yang diperuntukkan untuk menyembuhkan penyakit tersebut. Tuna Therapy juga diperuntukkan bagi pasien yang menderita penyakit berat seperti jantung, atau yang takut dioperasi dan pasien yang tidak mau dibius.

Pengobatan Tuna Therapy memiliki sejumlah kelebihan antara lain :

  1. Waktu pengobatan singkat.
  2. Bisa dilakukan di klinik .
  3. Cepat pulih, ada kalanya pasien tidak perlu menginap di rumah sakit.
  4. Dari sisi biaya lebih hemat daripada dengan operasi.
  5. Efek samping lebih sedikit dibandingkan operasi