Profil
Penanganan Cedera Olahraga
Penanganan Cedera Olahraga

Cedera yang sering dialami olah para atlet maupun pelaku olahraga individual bisa berupa trauma akut dan sindrom yang berlarut-larut atau overuse syndrome.

 

Penanganan cedera olahraga dapat bersifat non operatif (tidak memerlukan tindakan operasi). Penanganan cedera non operatif bisa berupa pengobatan bagian tubuh yang cedera, pembebatan, kompres dingin atau hangat, pemberian obat-obatan dan menjalani program fisioterapi.

 

Pada kasus-kasus tertentu, cedera olahraga harus ditangani melalui tindakan operasi seperti untuk kasus patah tulang dan putusnya urat. Teknik operasi yang digunakan dapat bersifat terbuka atau secara minimal invasif.

 

Bedah minimal invasif pada sendi dapat dilakukan dengan menggunakan teknik Arthroscopy. Teknik pembedahan ini melalui luka goresan yang kecil dan menggunakan video kamera yang dimasukkan ke dalam sendi lutut. Dibandingkan dengan teknik yang konvensional, keuntungan dari teknik ini adalah luka operasi yang kecil (kosmetik lebih baik), diagnosis yang akurat, lebih nyaman, lama perawatan dan masa pemulihan lebih singkat.